Tuesday, June 8, 2010

I want to tell the world...

I want to tell the world a story
About a home with a broken lantern
And a burnt doll
About a picnic that wasn’t enjoyed
About an axe that killed a tulip
A story about a fire that consumed a plait
a story about a tear that couldn't run down
I want to tell a story about a goat that wasn’t milked
About a mother’s dough that wasn’t baked
About a wedding that wasn’t celebrated
And a baby girl that didn’t grow up
About a football that wasn’t kicked
About a dove that didn’t fly
I want to tell a story about a key that wasn’t used
About a classroom that wasn’t attended
About a playground that was silenced
About a book that wasn’t read
About a besieged lonely farm
And about its fruits that weren’t picked
About a lie that wasn't discovered
A story about a church that’s no longer prayed in
And a mosque that no longer stands
And a culture no longer rejoiced
I want to tell a story about a muddy grassy roof
About a stone that faced a tank
And about a stubborn flag that refuses to lie down
About a spirit that cannot be defeated
I want to tell the world a story
Now light a little candle for Palestine

You can do it

Light a candle

One little candle
Watch the darkness fade away

Just try it out

One ray of light
Wipes away the gloomiest
Jet-black nights
As the dawn breaks

Just observe

Can you see that
All the might of darkness
In the world
Cannot extinguish
The faintest flicker
Of a beam of light

Light a candle
One little candle
Watch the darkness fade away

You can do it

Hey.. WORLD

Did you hear me?

Monday, April 12, 2010

Palestin itu jauh dari kita


Pada kita derita itu
pada gagalnya peperiksaan
laparnya perut pada makanan
putusnya cinta pada kekasih pujaan
jauhnya ibu ayah dari dakapan
juga habisnya duit dalam bekalan

Pada mereka derita itu
Apabila rumah kediaman digesel trak
Harta benda serba serbi dirompak
maruah keluarga dipijak-pijak
anak bini dicincang oleh manusia tak berotak
tanah air Islam diinjak-injak

irama kita
adalah suara Siti yang merdu
atau muzik rock yang bingit melegakan
atau suara nasyid yang mendayu-dayu

irama mereka
bulddozer yang menghiasi setiap pagi
ketulan batu yang dicampak ke muka yahudi
Bom yang tak pernah sunyi berbunyi

sungguh sukar kita berada di tempat mereka
kita masih tak sanggup menerima ujian sedemikian mereka

berpisahnya kita dari keluarga cuma sementara
berpisahnya mereka dengan ayah,ibu, adik beradik adalah buat selama-lamanya

tanggisnya kita di dunia adalah kerana gagalnya kita dalam ujian
putusnya cinta atau geramnya pada manusia
tanggisnya mereka di dunia kerana tidak dapat membunuh musuh Allah
kerana gagalnya mereka menemui kesyahidan

Rindu kita hanya bauan pada keluarga tercinta
Pada kekayaan melimpa ruah
pada umur yang panjang
agar keluarga kita lebih makmur membahagiakan

Rindu mereka pada wangian syurga tertinggi…
pada syahid tanpa henti
pada perjumpaan teragung
dengan Ilahi tercinta…

Siapakah kita berbanding mereka?


--SIDDIQAH--

Wednesday, December 30, 2009

Wangian Yang Hilang Di Timur Jauh

Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan.
Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.
Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mua´alaf bertakrif Melayu
(Setelah disunat anunya itu)
Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan
Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara
Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
tanah sebidang mudah terjual
Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.
Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan
Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut
Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Segala yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
"Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran"
Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.
Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka

(Usman Awang)

Friday, November 6, 2009

Nafasku dan Senyummu


Aku dan nafasku

Terpuruk di sini

Mata terpejam

Hati menggumam

Hilang tanpa arah

Teraniaya sunyi

Terbuai aku hilang

Terkubur dalam emosi

Tanpa bisa bersembunyi

Dalam gelapnya kabut malam
Embun pagi

Hidupku terhempas

Kuatkanlah hati

Genggamlah tanganku

Terangi hati yang sepi

Bimbing langkah kakiku

Tetaplah terus melangkah
Siang berganti malam

Menghirup kerinduan

Tersimpan sejuta harapan

Bertabur mimpi
Senyummu dan sentuhan hangat

Tak pernah kuragu

Dan slalu kuingat

Di setiap hariku...

Sampai mati

Monday, August 24, 2009

ANDAI INI RAMADHAN YANG TERAKHIR


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu
melagukan syair rindu

mendayu..

merayu...
kepada- NYA
Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu
kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan..
sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...
bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil...
menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki
wamahyaya wamamati
lillahirabbil 'alamin"

[sesungguhnya solatku,
ibadahku,
hidupku,
dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah
Tuhan seru sekalian alam]
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan
walau sesaat yang berlalu
setiap masa
tak akan dibiarkan begitu saja

di setiap kesempatan
juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang...
bakal kau syairkan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu
engkau sibukkan dengan bertarawih..

berqiamullail...
bertahajjud...
mengadu...
merintih...
meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan
mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...
kita cari...
suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau
bakal menyediakan batin dan zahir

mempersiap diri...
rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan...
lorong-lorong redha Ar-Rahman
Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling berarti...
paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan
menuju redha
serta kasih sayangMu

Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai
kehidupan kami di sana nanti
Namun teman...
tak akan ada manusia
yang bakal mengetahui

apakah Ramadhan ini
merupakan yang terakhir kali

bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu
hanyalah berusaha...
bersedia...
meminta belas-NYA

Monday, May 25, 2009

Katakanlah Sejujurnya


Kuakui...
Malam ini kurasa ada yang berbeda
Tak pernah seperti sebelumnya
Ketika dirimu ada didekatku

Waktu berdetik
Katakanlah sejujurnya
Biarkan semua mengalir apa adanya
Pahitpun ku 'kan tersenyum

Oh Tuhan...kuatkan aku
Agar aku selalu ada di dekatmu
Agar aku selalu menemani harimu
agar aku selalu menyayangimu
Membuatmu bahagia setulus hati
Seperti janjiku kepadamu
Takkan pernah ku ingkari
Hingga akhir hidupku


ps: bozzo rasa ini mungkin edisi puisi yg terakhir. Sebenarnya bulan May setiap tahun memang bozzo akan rasa melankolik semacam. Mungkin salah bulan mungkin salah otak bozzo pada bulan...he he he...ini yg last tau sayang...tahun depan ling buat lagi perangai sama....

Wednesday, May 20, 2009

Dalam Dekapan Cinta


Merenungkanmu kini
Melukiskanmu lagi
Perlahan terbayang pasti
Terurai satu persatu
Kau dan aku tenggelam
Dalam dekapan cinta
Kehangatan cinta kasih
Tanpa suara berbincang
Tertiup aroma bunga

Walaupun biasa
Kususun serangkai puisi
Senyummu...Sinar matamu...
Menyapaku bersahabat
Menggores menyentuh jiwa
Menggugah haruku
Tuk Menjemput impian

Kuharap masih ada
Sebaris kata Walau sederhana
Kau tawarkan hati nan rindu
Tercipta nelangsa, merenggut sukma
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dalam suka dan sedih
Hangatkan ruang dengan cinta



ps: thanks to amil jamal of datin's group....

Sunday, May 10, 2009

Untukmu Kekasihku Hanya Hatiku


untukmu kekasihku hanya hatiku

tiada kekayaan materi yang bisa kuberi

tiada pula janji janji segunung tinggi

bukan lantaran aku pelit pemelit

pun tak kuingin mengumbar mulut lebar berkoar

membusung dada bak pendekar mungkar

aku ini hanya seorang pengelana buana

terhempas terombang ambing arus nista bencana

begitu lama begitu pahit getir melilit terasa

begitu lama begitu berat beban kuangkat

begitu sakit begitu dalam luka terhujat

tanpa bukti dosa apa telah kuperbuat

sesungguhnyalah, wahai kekasihku,

akhirnya kaupun telah mahfum dan tau

sang durjana menuduh yang lain durjana

sang durjana melakukan segala perampokan

penindasan bahkan pembunuhan jutaan manusia

atas nama perikemanusiaan bertindak sebaliknya

atas nama kemerdekaan merampas kemerdekaan

atas nama keadilan melakukan ketidakadilan

atas nama kemakmuran menjadikan rakyat melarat

atas nama kekuasaan rakus merampas segala

kekuasaan kekuasaan kekuasaan lagi kekuasaan

atas nama pembangunan merampok kekayaan

tanahair, bangsa dan negara republik Indonesia

hingga segalanya menjadi terlantar

nyaris terpencar buyar ambyar

terpuruk nyaris bertekuk lutut merunduk runduk

di hadapan dewa dewa kekuatan kekuasaan dunia

sungguh! sungguh sungguh beda jadinya

tanahair tumpah darah tercinta kita

yang dicita-cita penggerak pejuang kemerdekaan

pembina bangsa seperti sukarno-hatta

seperti juga didambakan rakyat ratusan juta

yang senantiasa hidup menderita sengsara

korban kelancungan dan kejahatan kaum durjana

dan aku, seprti kau tau, salah satu diantaranya

yang terlempar terdampar terpaksa mengembara

tiada apa apa lagi kumiliki kecuali harga diri

kerna sang raja durjana telah memusnahkan segalanya

kerna itulah, wahai kekasih,

tiada kekayaan materi yang bisa kuberi

kecuali berkas berkas penghayatan kehidupan

jejak langkah, idaman impian masa lalu

serta hatiku seutuhnya kuberikan untukmu

seperti pepatah setinggi tinggi bangau

terbang ke pelimbahan juga akhirnya

begitu pula impian dan hasrat keinginan kuemban

kepada ibu pertiwi dan ke haribaanmu aku menuju


ps: ling dah rindu tahap gaban dah nih....

Thursday, May 7, 2009

Cinta Itu Milik Kita


Aku tak kuasa
Tak satupun kata terucap
Walau hanya nada sederhana
Segalanya t'lah ku berikan
Ku lakukan semua demi cinta
Mengerti perasaanmu
Ingin dirimu bahagia

Jujur...
Harus ku akui
Aku memang terlanjur mencintaimu
Seluruh jiwa telah ku serahkan
Mengarungi hidup dengan cintamu
Menggenggam janji setiaku
Dan tak pernah ku sesali
Ku tulus mencintaimu

Bila rasaku ini rasamu
Ijinkan ku ungkap segenap rasa kerinduan
Aku ingin bertemu
Membelai lembut wajahmu
Melukis cinta di hatimu
Ku pasrahkan hidupku bersamamu
Hatiku tulus mencintaimu

Jika kita bertahan
Cinta itu milik kita
Selamanya

ps: jiwang si bozzo untuk si ayang...

Tuesday, April 28, 2009

Aku Rindu

Apa yang terjadi di dalam hatiku
Cinta mengalir sebening embun
Aku rindu desah suaramu
Berdebar saat ku dekatmu
Hingga tiada satu kata yang bisa ku ucapkan
Sejuta impian...sejuta harapan

Kupeluk dirimu
Ku belai wajahmu dengan getar jariku
Deru nafas memacu jantungku
Ciuman manis itu masih terasa
Membekas di bibirku belum terhapus
Masih ku inginkan...ku rindukan

Tak kan ku sesali
Masih disini untuk setia
Selama cinta terus bergulir
Hasrat pun ingin terus bersama
Secerianya sinar mentari dan cahaya rembulan
Nikmati manis kata asmara

Terima kasih Cinta...
Aku ingat dan kenang slalu
Tempat terakhir dan bonus ultahmu
Kan jadi memori indah
Sepanjang hidupku

ps: via email from datin's group. kudos to the writter.